IMG_20191012_205100-750x400

Soppeng Today – Penyalahgunaan Narkoba Indonesia sudah sangat memprihatinkan serta merugikan bangsa dan negara, baik dari sisi moril maupun materil, bahkan telah merenggut banyak korban jiwa, membuat Indonesia saat ini sudah di nyatakan darurat narkoba.

Hal ini di diungkapkan kepala badan Kesbangpol kabupaten Soppeng Drs. Arafah, SH. M.Si pada acara sosialisasi kegiatan pencegahan, penyalahgunaan, peredaran gelap narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya di ruang rapat kantor kelurahan lemba kecamatan Lalabata Kabupaten Doppeng. Selasa (20/8/2019)

Menurutnya, dalam Permendagri no 12 tahun 2019 dijelaskan bahwa pelaksanaan sosialisasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika di tingkat kabupaten/kota dilakukan oleh bupati/wali kota dan dikoordinir oleh perangkat daerah yang melaksanakan urusan pemerintahan dibidang kesatuan bangsa dan politik.

Aiptu. Heru Saptono, narasumber dari polres Soppeng menyebutkan bahwa peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika dapat merusak ketentraman, keamanan dan ketertiban masyarakat dan juga dapat menghancurkan generasi bangsa, terutama generasi muda dan khusus kasus narkoba di kabupaten Soppeng sejak bulan Januari sampai dengan pada hari ini sudah terdapat 23 kasus dan 40 orang terdakwa 3 diantaranya ibu rumah tangga.

Sementara narasumber dari dinas kesehatan kabupaten Soppeng Muh. Parham, SKM, menjelaskan jenis narkoba di mulai dari golongan 1 sampai golongan 3 serta ciri ciri pengguna narkoba dan akibat yg ditimbulkan dari sisi kesehatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh narasumber dari dinas kesehatan dan polres Soppeng, kepala kelurahan lemba serta undangan lainnya/ peserta sosialisasi. (**)